Simpatisan Partai Rakyat Merdeka (PRM) Angkat Kaki usai Calonnya Berkampanye. Dinilai Tidak Menunjukkan Sikap Penghargaan dan Intelektualitas


(Yogyakarta, 19/12) Komisi Pemilihan Umum HMPS FUPI (Himpunan Mahasiswa Program Studi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam) UIN Sunan Kalijaga, mengadakan acara kampanye monologis di taman FUPI, pada pukul 12:00 WIB. Dimana paslon dari setiap partai menyampaikan visi dan misi ketika nantinya terpilih dan menduduki kursi kepengurusan HMPS FUPI. Pemilihan Umum ini diikuti oleh 3 partai, yaitu Partai Rakyat Merdeka (PRM) dengan nomor urut 1, Partai Pencerahan dengan nomor urut 2, dan Partai Aliansi Demokrat (PAD) dengan nomor urut 3.

Acara ini dihadiri oleh Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dan simpatisan serta anggota dari setiap partai.

PRM menjadi partai dengan anggota dan simpatisan yang paling banyak hadir dalam acara tersebut. Namun, ketika seluruh calon dari partai PRM telah menyampaikan visi, misi, dan gagasannya, hampir seluruh anggota dan simpatisan partai tersebut malah angkat kaki dan meninggalkan acara kampanye monologis tersebut.

Alhasil, kepergian anggota dan simpatisan PRM menyita perhatian mahasiswa lainnya yang hadir ketika itu. Pasalnya, hampir setengah dari seluruh audiens yang datang berkurang.

Beberapa orang menilai sikap ini tidak menunjukkan penghargaan antar sesama dan intelektualitas dari para anggota dan simpatisan partai tersebut. Bahkan simpatisan dan anggota partai lain sempat melempar cemoohan kepada mereka yang beranjak pergi sebagai respon dari sikap tersebut.

Seorang mahasiswa yang ketika itu hadir menyatakan bahwa "PRM nggak adil dan nggak mau menghargai partai lain, seharusnya mereka mau menunggu hingga acara selesai. Mengatasnamakan demokrasi tapi nggak mau menghargai orang lain berbicara. Jilat ludah sendiri!".

Sikap ini juga dinilai terjadi karena adanya sinisme dan arogansi golongan sehingga tidak mau mendengarkan kampanye dari partai lain yang tidak mereka dukung.

Beberapa anggota dari partai lain mengajak simpatisan dan anggota nya untuk tetap berada di tempat, hingga acara berakhir agar acara demokrasi tersebut tetap berjalan kondusif.